Fasting Worship to Improve Learning Performance

 




    Hi readers👋!!!...Berbicara tentang Puasa, menurut kalian apasih Puasa itu? Istilah yang sering kita ketahui, Puasa diartikan dengan menahan nafsu,lapar dan haus, serta berbagai hal yang memiliki potensi membatalkan ibadah puasa dari terbitnya matahari hingga terbenam-nya matahari. Nah, Ibadah Puasa juga banyak memiliki macam pengertian loh, karena ada beberapa istilah yang berbeda sesuai kepercayaan tertentu. Secara Bahasa memiliki arti mencegah atau menahan. Secara umum, puasa merupakan salah satu kegiatan yang dinilai sebagai kegiatan sukarela yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari makanan, minuman atau juga bisa keduanya, perilaku buruk, dan semua hal yang memiliki potensi untuk membatalkan puasa tersebut selama masih dalam periode pelaksanaan puasa tersebut (Puasa kerap diartikan sebagai kegiatan yang sangat berguna untuk menekan nafsu duniawi pada diri manusia).

Menurut agama Islam, puasa disebut dengan Shaum yang berasal dari Bahasa Arab : صوم, merupakan ibadah yang bersifat wajib untuk dilaksanakan ketika bulan Ramadhan telah tiba. Ibadah ini juga dilaksanakan selama satu bulan penuh lalu akan ditutup dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Pelaksanaan puasa yang sesuai dengan syariat islam adalah dengan menahan diri dari makan minum serta semua perbuatan yang dapat membatalkan puasa dari terbitnya matahari hingga matahari tenggelam dengan diawali niat yang sudah tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an.

Di agama Islam sendiri, puasa menjadi ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umatnya. Hal ini dibuktikan dengan masuknya ibadah puasa dalam urutan ketiga di rukun Islam. Puasa wajib yang ada dalam Islam disebut dengan puasa Ramadhan. Dan puasa sunnah-nya yaitu, Puasa senin kamis tiap minggu, Puasa Sunnah enam hari yang dilaksanakan pada bulan Syawal, kecuali saat hari raya Idul Fitri. Puasa sunah arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah untuk umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji. Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah untuk umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji. Puasa Daud atau sehari puasa besoknya tidak, puasa ini dilaksanakan untuk meneladani puasa miliki Nabi Daud. Puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram. Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Puasa Yaumul Bidh, sekitar tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Puasa Nisfu Sya’ban dilaksanakan pada pertengahan bulan Sya’ban. Puasa Asyhurul Hurum yang dilakukan pada bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan bulan Rajab. Wah, ternyata banyak banget ya macam-macam puasa sunnah-nya.


Nah, dari penjelasan istilah dan macam-macam puasa tadi, apasih manfaatnya Ibadah Puasa untuk meningkatkan prestasi belajar? Sesuai judul diatas, yuk simak penjelasannya.

Menjalankan ibadah puasa memiliki banyak keutamaan baik untuk diri sendiri maupun hubungan sesama manusia serta hubungan dengan Allah SWT.  Hikmah menjalankan ibadah puasa berkaitan erat dengan amalan puasa yang dijalani, tidak terbatas hanya dengan menahan lapar dan dahaga, namun berkaitan pula dengan menjalankan amalan ibadah puasa Ramadhan lainnya, seperti bersedekah, itikaf, membaca Al-Qur’an, shalat tarawih, menghindarkan diri dari perbuatan yang haram, serta kegiatan lain dalam kehidupan ini. Bekaitan dengan datangnya bulan suci Ramadhan  1437 H ini, tentunya diharapkan mampu menjadi pilar dan motivasi bagi seluruh masyarakat khususnya yang beragama Islam untuk tidak bermalas-malasan belajar tetapi berupaya  meningkatkan disiplin serta kinerja belajar. Nah readers, simak yuk apa saja manfaatnya.

Makna dan hikmah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1437H. ini ditinjau dari sisi rohani dan jasmani serta dilansir dari CNBC dan dihimpun dari Amenclinics, antara lain:

1.     Melatih diri untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT pada surat Al-Baqarah 186 “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. Demikian pula Allah telah memberikan kepada kita berbagai hidayah secara bertahap, seperti hidayatul ilham (Naluri), hidayatul wasa (panca indra), hidayatul akli (akal), hidayatuddiin (agama), dan hidayatut taufik. Juga dalam surat Ar-Rahman, 31 kali Allah SWT menantang kita dengan “fabiayyi aalaa i robbikumaa tukadzdzibaan” (maka nikmat-Ku yang mana yang hendak/bisa kau dustakan?). Semua demikian jelas, maka dengan sampainya kita pada bulan Ramadhan, maka kita bersyukur bahwa kita masih diberi waktu oleh Allah SWT untuk menjalankan amal ibadah dengan pahala yang berlipat ganda. Saat berbuka puasa, kita harus merasa bersyukur diberi kenikmatan oleh Allah SWT untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga dengan semua rizki-Nya yang dapat kita nikmati bersama keluarga.

2.     Melatih disiplin terhadap waktu

Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, kita harus patuh pada waktu sahur dan buka. Kita bangun untuk makan sahur saat dini hari dan diharapkan dapat meningkatkan motivasi bahwa kita bekerjadan belajar dengan bangun lebih pagi, agar mendapatkan rejeki yang halal. Kaum muslim dan muslimah agar dapat menjalankan shaum dengan tetap kuat dan sehat di siang hari, perlu mengatur ritme belajar agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup. Hal ini ditunjukkan dengan diubahnya jam sekolah dan kuliah di berbagai tempat, sehingga para pelajar dapat pulang lebih cepat agar memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan berbuka puasa di bulan Ramadhan.

3.     Memberikan keseimbangan dalam kehidupan.

Umat muslim dan muslimah pada hakekatnya adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk beribadah. Namun demikian, ada kalanya karena kesibukan pekerjaan duniawi dan hawa nafsu, terkadang melupakan kewajiban ibadah. Pada bulan suci Ramadhan ini, kita dilatih untuk mengingat dan melaksanakan seluruh kewajiban beribadah dengan imbalan pahala yang berlipat ganda

4.     Mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian kepada sesame.

Pada bulan suci Ramadhan ini, rasa persaudaraan sesama muslim, tampak sangat jelas. Silaturahmi antar sesama semakin ditingkatkan, misalnya dengan memberikan ta'jil untuk  berbuka puasa di mesjid secara gratis dan bergiliran. Selanjutnya shalat bersama di mesjid yang juga diisi dengan siraman rokhani serta tadarusan bersama di mesjid maupun di mushala di tempat pekerjaan

5.     Mengetahui bahwa ibadah puasa memiliki tujuan.

Tujuan puasa Ramadhan adalah melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Akan tetapi, jika tujuannya gagal maka puasa  tidak memiliki arti apa-apa. Dengan demikian kita menjadi terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala amal ibadah termasuk kegiatan rutin yang kita jalani sesuai  dengan tugas dan fungsinya masing-masing untuk menghasilkan kinerja yang baik.

6.     Meningkatkan kehati-hatian dalam melaksanakan perbuatan.

Berpuasa dibulan suci Ramdhan ini akan bernilai sempurna dan tidak sia-sia, apabila selain menahan lapar dan haus juga kita menghindari godaan dan keharaman atas  mata, telinga, perkataan dan perbuatan. Dengan demikian kita harus menjalankannya pada kehidupan keseharian di tempat kerja dan  lingkungan masyarakat. Latihan ini memberikan kemajuan positif bagi kita, agar setelah selesai bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, fitnah, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.

7.     Melatih diri menjadi lebih tabah dan sabar.

Selama Puasa pada bulan suci Ramadhan ini, kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya tidak boleh marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan agar bersifat sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada fitnah, tetapi kita tetap sabar karena kita dalam keadaan puasa. Hal ini hendaknya dapat menjadikan diri lebih tabah tidak hanya pada saat puasa dibulan suci Ramadhan ini namun hendaknya tetap sabar dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pelajar.

8.      Melatih hidup sederhana.

Ketika waktu berbuka puasa tiba, saat minum dan makan sedikit saja, kita telah merasakan nikmatnya makanan yang sedikit tersebut, pikiran kita untuk makan banyak dan bermacam-macam sebetulnya hanya hawa nafsu saja. Oleh karena itu, dengan puasa Ramadhan kita hendaknya dapat menahan nafsu duniawi .

9. Meningkatkan daya ingat

Sesuai penelitan di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, aktivitas puasa atau mengurangi makan selama beberapa minggu secara signifikan akan meningkatkan daya ingat. Menurut sebuah penelitian lainnya di Nutrition Research, puasa juga diklaim bisa mengurangi peradangan yang berkaitan dengan kesehatan otak.  Dengan puasa, dapat meningkatkan kesehatan otak serta kesejahteraan mental, termasuk lifestyle.

10.  Memperbaiki suasana hati

Berdasarkan penelitian dari Journal of Nutrition Health & Aging, setelah menjalankan puasa selama sebulan, secara tidak langsung bisa memperbaiki suasana hati dan menurunkan ketegangan, amarah, dan kebingungan. Sedangkan studi lain pada 2018 yang menyelidiki strategi penurunan berat badan lewat puasa, terjadi peningkatan signifikan dalam kesejahteraan emosional dan depresi.

Naah readers, itulah beberapa manfaat yang dapat kita ambil dari menjalankan ibadah puasa loh. Ternyata banyak banget ya manfaatnya, sampai-sampai hal kecil yang kita anggap biasa ternyata bisa berpengaruh besar dalam meningkatkan kinerja belajar kita. Mulai dari bangun sahur dini hari dan berbuka puasa yang mengajarkan kita untuk disiplin, sampai manfaat aktivitas puasa itu sendiri yang dapat memperbaiki kesahatan otak maupun tubuh kita loh.

Komentar