Fasting Worship to Improve Learning Performance
Menurut agama Islam, puasa disebut dengan Shaum yang berasal dari Bahasa
Arab : صوم, merupakan ibadah yang bersifat wajib untuk dilaksanakan ketika
bulan Ramadhan telah tiba. Ibadah ini juga dilaksanakan selama satu bulan penuh
lalu akan ditutup dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Pelaksanaan puasa yang
sesuai dengan syariat islam adalah dengan menahan diri dari makan minum serta
semua perbuatan yang dapat membatalkan puasa dari terbitnya matahari hingga
matahari tenggelam dengan diawali niat yang sudah tercantum dalam kitab suci
Al-Qur’an.
Di agama Islam sendiri, puasa menjadi ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umatnya. Hal ini dibuktikan dengan masuknya ibadah puasa dalam urutan ketiga di rukun Islam. Puasa wajib yang ada dalam Islam disebut dengan puasa Ramadhan. Dan puasa sunnah-nya yaitu, Puasa senin kamis tiap minggu, Puasa Sunnah enam hari yang dilaksanakan pada bulan Syawal, kecuali saat hari raya Idul Fitri. Puasa sunah arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah untuk umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji. Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah untuk umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji. Puasa Daud atau sehari puasa besoknya tidak, puasa ini dilaksanakan untuk meneladani puasa miliki Nabi Daud. Puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram. Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Puasa Yaumul Bidh, sekitar tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Puasa Nisfu Sya’ban dilaksanakan pada pertengahan bulan Sya’ban. Puasa Asyhurul Hurum yang dilakukan pada bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan bulan Rajab. Wah, ternyata banyak banget ya macam-macam puasa sunnah-nya.
Nah, dari penjelasan istilah dan macam-macam puasa tadi, apasih manfaatnya Ibadah Puasa untuk meningkatkan prestasi belajar? Sesuai judul diatas, yuk simak penjelasannya.
Menjalankan
ibadah puasa memiliki banyak keutamaan baik untuk diri sendiri maupun hubungan
sesama manusia serta hubungan dengan Allah SWT. Hikmah menjalankan ibadah
puasa berkaitan erat dengan amalan puasa yang dijalani, tidak terbatas hanya
dengan menahan lapar dan dahaga, namun berkaitan pula dengan menjalankan amalan
ibadah puasa Ramadhan lainnya, seperti bersedekah, itikaf, membaca Al-Qur’an,
shalat tarawih, menghindarkan diri dari perbuatan yang haram, serta kegiatan
lain dalam kehidupan ini. Bekaitan dengan datangnya bulan suci Ramadhan
1437 H ini, tentunya diharapkan mampu menjadi pilar dan motivasi bagi seluruh
masyarakat khususnya yang beragama Islam untuk tidak bermalas-malasan belajar
tetapi berupaya meningkatkan disiplin serta kinerja belajar. Nah readers, simak yuk apa saja manfaatnya.
Makna
dan hikmah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1437H. ini ditinjau
dari sisi rohani dan jasmani serta dilansir dari CNBC dan dihimpun dari Amenclinics, antara lain:
1. Melatih diri untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT.
Sebagaimana firman
Allah SWT pada surat Al-Baqarah 186 “Aku mengabulkan permohonan orang yang
berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada
dalam kebenaran”. Demikian pula Allah telah memberikan kepada kita berbagai
hidayah secara bertahap, seperti hidayatul ilham (Naluri), hidayatul wasa
(panca indra), hidayatul akli (akal), hidayatuddiin (agama), dan hidayatut
taufik. Juga dalam surat Ar-Rahman, 31 kali Allah SWT menantang kita dengan
“fabiayyi aalaa i robbikumaa tukadzdzibaan” (maka nikmat-Ku yang mana yang
hendak/bisa kau dustakan?). Semua demikian jelas, maka dengan sampainya kita
pada bulan Ramadhan, maka kita bersyukur bahwa kita masih diberi waktu oleh
Allah SWT untuk menjalankan amal ibadah dengan pahala yang berlipat ganda. Saat
berbuka puasa, kita harus merasa bersyukur diberi kenikmatan oleh Allah SWT
untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga dengan semua rizki-Nya yang dapat
kita nikmati bersama keluarga.
2. Melatih disiplin terhadap waktu
Dalam menjalankan
ibadah puasa Ramadhan, kita harus patuh pada waktu sahur dan buka. Kita bangun
untuk makan sahur saat dini hari dan diharapkan dapat meningkatkan motivasi
bahwa kita bekerjadan belajar dengan bangun lebih pagi, agar mendapatkan rejeki
yang halal. Kaum muslim dan muslimah agar dapat menjalankan shaum dengan tetap
kuat dan sehat di siang hari, perlu mengatur ritme belajar agar tubuh
mendapatkan istirahat yang cukup. Hal ini ditunjukkan dengan diubahnya jam
sekolah dan kuliah di berbagai tempat, sehingga para pelajar dapat pulang lebih
cepat agar memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan berbuka puasa di bulan
Ramadhan.
3. Memberikan keseimbangan dalam kehidupan.
Umat muslim dan
muslimah pada hakekatnya adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk beribadah.
Namun demikian, ada kalanya karena kesibukan pekerjaan duniawi dan hawa nafsu,
terkadang melupakan kewajiban ibadah. Pada bulan suci Ramadhan ini, kita
dilatih untuk mengingat dan melaksanakan seluruh kewajiban beribadah dengan
imbalan pahala yang berlipat ganda
4. Mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian kepada sesame.
Pada bulan suci
Ramadhan ini, rasa persaudaraan sesama muslim, tampak sangat jelas. Silaturahmi
antar sesama semakin ditingkatkan, misalnya dengan memberikan ta'jil untuk
berbuka puasa di mesjid secara gratis dan bergiliran. Selanjutnya shalat
bersama di mesjid yang juga diisi dengan siraman rokhani serta tadarusan
bersama di mesjid maupun di mushala di tempat pekerjaan
5. Mengetahui bahwa ibadah puasa memiliki tujuan.
Tujuan puasa
Ramadhan adalah melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang
lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Akan
tetapi, jika tujuannya gagal maka puasa tidak memiliki arti apa-apa.
Dengan demikian kita menjadi terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam
melakukan segala amal ibadah termasuk kegiatan rutin yang kita jalani
sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing untuk menghasilkan
kinerja yang baik.
6. Meningkatkan kehati-hatian dalam melaksanakan perbuatan.
Berpuasa dibulan
suci Ramdhan ini akan bernilai sempurna dan tidak sia-sia, apabila selain
menahan lapar dan haus juga kita menghindari godaan dan keharaman atas
mata, telinga, perkataan dan perbuatan. Dengan demikian kita harus
menjalankannya pada kehidupan keseharian di tempat kerja dan lingkungan
masyarakat. Latihan ini memberikan kemajuan positif bagi kita, agar setelah
selesai bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat
menimbulkan dosa seperti bergunjing, fitnah, berkata kotor, berbohong,
memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.
7. Melatih diri menjadi lebih tabah dan sabar.
Selama Puasa pada
bulan suci Ramadhan ini, kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan.
Misalnya tidak boleh marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan agar bersifat
sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang
menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada fitnah, tetapi kita tetap
sabar karena kita dalam keadaan puasa. Hal ini hendaknya dapat menjadikan diri
lebih tabah tidak hanya pada saat puasa dibulan suci Ramadhan ini namun
hendaknya tetap sabar dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pelajar.
8. Melatih hidup sederhana.
Ketika waktu berbuka puasa tiba, saat minum dan makan sedikit saja, kita telah merasakan nikmatnya makanan yang sedikit tersebut, pikiran kita untuk makan banyak dan bermacam-macam sebetulnya hanya hawa nafsu saja. Oleh karena itu, dengan puasa Ramadhan kita hendaknya dapat menahan nafsu duniawi .
9. Meningkatkan daya ingat
Sesuai penelitan di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, aktivitas puasa atau mengurangi makan selama beberapa minggu secara signifikan akan meningkatkan daya ingat. Menurut sebuah penelitian lainnya di Nutrition Research, puasa juga diklaim bisa mengurangi peradangan yang berkaitan dengan kesehatan otak. Dengan puasa, dapat meningkatkan kesehatan otak serta kesejahteraan mental, termasuk lifestyle.
10. Memperbaiki suasana hati
Berdasarkan penelitian dari Journal
of Nutrition Health & Aging, setelah menjalankan puasa selama
sebulan, secara tidak langsung bisa memperbaiki suasana hati dan menurunkan
ketegangan, amarah, dan kebingungan. Sedangkan studi lain pada 2018 yang
menyelidiki strategi penurunan berat badan lewat puasa, terjadi peningkatan
signifikan dalam kesejahteraan emosional dan depresi.
Naah readers, itulah beberapa manfaat yang dapat kita ambil dari menjalankan ibadah puasa loh. Ternyata banyak banget ya manfaatnya, sampai-sampai hal kecil yang kita anggap biasa ternyata bisa berpengaruh besar dalam meningkatkan kinerja belajar kita. Mulai dari bangun sahur dini hari dan berbuka puasa yang mengajarkan kita untuk disiplin, sampai manfaat aktivitas puasa itu sendiri yang dapat memperbaiki kesahatan otak maupun tubuh kita loh.

Komentar
Posting Komentar